RSIA Yadika Kebayoran Lama telah membuka "Klinik Laktasi".

Konsultasi oleh ahli laktasi bersertifikat, Dokter Umum dan Dokter Spesialis Anak.
Jadwal :
Senin s/d Sabtu pk. 08.00 s/d 16.00 WIB
Sabtu pk. 08.00 s/d 13.00 WIB
Dengan adanya Klinik Laktasi ini, diharapkan dapat membantu calon ibu dan ibu yang mempunyai permasalahan dalam hal tersebut, sehingga mendapatkan solusi sesuai arahan dokter.
Klinik Laktasi RSIA Yadika Kebayoran Lama memberikan layanan :
1. Konseling
2. Praktek menyusui yang benar
3. Praktek cara memberi ASI yang benar
4. Praktek cara memberi ASI dengan sendok dan cangkir
5. Perawatan Payudara
6. Pijat Bayi (dengan perjanjian)
RSIA Yadika Kebayoran Lama
Sesuai dengan misi Rumah Sakit Yadika untuk menjadi sarana penyembuhan yang dipilih pelanggan karena mutu pelayanan, yang dilaksanakan dalam semangat cinta kasih dan didukung dengan teknologi kedokteran yang tepat guna serta berbekal komitmen, semangat dan dedikasi yang tinggi dari seluruh direksi dan staf RSIA Yadika kami hadir untuk memberikan pelayanan dan perawatan kesehatan berkualitas bagi anda dan keluaraga. Sesuai dengan motto RSIA Yadika adalah "Kepedulian Akan Kepentingan Pasien Adalah yang Utama" kami ingin memberikan yang terbaik dari pelayanan dan fasilitas yang ada di RSIA Yadika
Fasilitas
Penunjang Medik
Tindakan
RSIA. Yadika Kebayoran Lama
Instalasi Gawat Darurat
Sesuai dengan motto RSIA Yadika adalah "Kepedulian akan kepentingan pasien adalah yang utama" Maka dengan ini kami menyediakan kelengkapan fasilitas dan sarana kepada masyarakat umum terutama Pelayanan Gawat Darurat yang melayani 24 jam.

Fasilitas Layanan

Radiologi RSIA YADIKA Kebayoran Lama
Sesuai dengan motto RSIA Yadika adalah "Kepedulian akan kepentingan pasien adalah yang utama" Maka dengan ini kami menyediakan kelengkapan fasilitas dan sarana kepada masyarakat umum terutama pelayanan Radiologi yang melayani 24 jam.
Jenis Pelayanan
Jenis Pemeriksaan
A. Pemeriksaan Non Kontras
1. THORAX
- Thorax PA
- Thorax PA / Lateral
- Thorax Untuk Check Up
- Top Foto / Puncak Paru
2. CRANIUM
- Cranium AP / Lateral
- SPN 2 Posisi
- SPN 3 Posisi
- Mastoid / Telinga
- Os Nasal / Tulang Hidung
- Mandibula / Rahang
3. EXTREMITAS ATAS
- Scapula / Tulang Belikat
- Scapula (KA+KI)
- Clavicula / Tulang Bahu
- Clavicula (KA+KI)
- Shoulder Joint / Sendi Bahu
- Shoulder Joint (KA+KI)
- Humerus / Lengan Atas
- Humerus (KA+KI)
- Antebrachi / Lengan Bawah
- Antebrachi (KA+KI)
- Elbow Joint / Sendi Siku
- Elbow Joint (KA+KI)
- Wrist Joint / Pergelangan Tangan
- Wrist Join (KA+KI)
- Ossa Manus / Tangan
- Ossa Manus (KA+KI)
- Digiti / Jari Tangan I,II,III,IV,V
- Digiti (KA+KI)
4. ABDOMEN
- Abdomen Polos / BNO
- Abdomen 3 Posisi
5. EXTREMITAS BAWAH
- Os Femur / Tulang Paha
- Femur (KA+KI)
- Hip Joint / Sendi Panggul
- Hip Joint (KA+KI)
- Art. Genu / Sendi Lutut
- Patela (KA+KI)
- Os Cruris / Tulang Betis
- Os Cruris (KA+KI)
- Ankle Joint
6. VERTEBRAE
- Vert. Cervical / Tulang Leher AP+LAT
- Vert. Cervical AP+LAT KI + KA
- Vert. Thoracal / Tulang Punggung AP+LAT
- Vert. Lumbosacral / Tulang Perut AP+LAT
- Os Coxigeus / Tulang Ekor
Pigmen bernama bilirubin adalah faktor penyebab dari bayi kuning (ikterus) yang harus di kenali dan waspadai. Sebetulnya, setiap orang memiliki bilirubin dalam sel darah merahnya. Setiap jangka waktu tertentu sel darah merah akan mati dan menguraikan sel-selnya diantaranya menjadi bilirubin. Normalnya yang bertugas menguraikan bilirubin tersebut adalah hati, untuk kemudian dibuang lewat BAB. Saat bayi masih dalam kandungan, hati sang ibulah yang mengambil tugas menguraikan bilirubin dalam sel darah merah bayi. Ketika bayi lahir, perkembangan hatinya belum sempurna sehingga belum dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Akibatnya terjadi penumpukan bilirubin yang kemudian menyebabkan timbulnya warna kuning pada kulit bayi.

Sebagian lainnya karena ketidak-cocokan golongan darah ibu dan bayi. Peningkatan kadar bilirubin dapat diakibatkan oleh pembentukan yang berlebih atau adanya gangguan pengeluarannya.
Ikterus pada bayi baru lahir dapat merupakan bentuk fisiologik dan patologik. Yang bersifat patologik dikenal sebagai hiperbilirubinemia yang dapat mengakibatkan gangguan saraf pusat atau kematian. Sampai saat ini ikterus masih merupakan masalah pada bayi baru lahir, terjadi sekitara 25% - 50% pada bayi lahir cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada bayi lahir kurang bulan. Pemeriksaan adanya ikterus pada bayi muda dapat dilakukan di rumah dan pada waktu kunjungan neonatal. Untuk pemeriksaan gejala kuning di rumah adalah dengan membawa bayi ke dalam ruangan yang memiliki penerangan yang jelas atau dengan lampu fluorescent. Bila kulit bayi tergolong putih, tekanlah jari anda secara perlahan-perlahan ke bagian dahi, dada, telapak tangan dan telapak kaki. Kemudian angkat tangan anda dan perhatikan adakah semburat warna kuning pada bagian tubuh bayi yang ditekan tadi. Bila kulit bayi tergolong hitam, paling jelas bisa diteliti pada gusi atau bagian putih di area mata.
Page 1 of 3